- Sunday, June 7, 2015

Scarlet Innocence [2015]

Bisakah sebuah film mengandung unsur drama yang penuh kerumitan dan juga mengandung sex yang sama banyaknya? Mungkin Scarlet Innocence mencoba menjawab pertanyaan itu dan ajaibnya film ini sukses menuntaskan misi tersebut. Meskipun tempo sedikit melambat di paruh akhir film, akan tetapi pastinya para pecinta film Korea akan terpuaskan dengan film ini. Film yang berdasarkan cerita rakyat Korea ini cukup handal dalam menjual filmnya. Selain karena memajang aktor kawakan Jung Woo-sung komoditi utama, dua genre yang saling bersilangan di film ini tentu akan membawa penonton yang semakin beragam pula. Baik penggemar film erotis Korea maupun penggemar film balas dendam khas Korea semua akan terpuaskan.

Kisah berawal dari seorang dosen bergelar professor muda, Hak-kyu (Jung Woo-sung), yang juga seorang penulis melepaskan hingar binger kota Seoul untuk sejenak menepi ke daerah pinggiran. Ia terpaksa menepi karena sedang dilanda skandal yang ia anggap sebagai fitnah. Hak-kyu di masa penepiannya selain mengajar di komunitas local juga berusaha menulis novel terbarunya. Rencana itu sempurna buyar ketika ia bertemu Deok-ee (Lee Som), seorang gadis lugu khas anak pedesaan yang jatuh hati pada Hak-kyu dan mencoba masuk lebih dalam ke kehidupan Hak-kyu.

Dari plot di ataslah perlahan penonton mulai diantar kepada sifat Hak-kyu yang sejatinya adalah seorang yang tak berperasaan dan egois. Hak-kyu tidak menyadari bahwa ada seseorang yang telah sepenuhnya menyerahkan cintanya kepada Hak-kyu. Dengan penuturan cerita yang baik, para penonton awalnya mengira bahwa pertemuan keduanya (Hak-kyu dan Deok-ee) adalah sesuatu yang ideal. Pertemuan pertama keduanya sangat manis dan penuh canda, selayaknya dua jiwa yang saling membutuhkan satu sama lain. Seiring berjalannya film justru jalinan cinta itu menjadi cinta satu arah, yang satu sakit karena cinta sedangkan yang satunya lagi seakan tidak menyadari hal tersebut. Ketika sakit itu meluap maka akibatnya pun akan sangat ekstrim.

Film ini membawa aura melankolis di sepanjang jalannya film. Terjadi dinamika yang sangat rumit antara kebahagiaan, keriaan dengansankit hati serta perasaan tersiksa di akhir. Para penonton akan sangat terbawa oleh plot film sehingga tidak akan tertebak bahwa pada akhirnya akan menjadi film kriminal yang sangat brutal. Semua kebrutalan di film ini untuk menunjukkan satu pesan utama bahwa tidak ada perilaku jahat yang tidak terbalas, dan di film ini balas membalas adalah hal yang silang menyilang.

Satu lagi hal yang menonjol di film ini adalah adegan sex yang cukup banyak tidak terasa sebagai bumbu saja. Adegan erotis tersebut tidak sekedar menjadi penarik penoton namun ada karakter yang berusaha dimasukkan dan penekanan terhadap plot film. Film ini bisa dibilang merupakan salah satu dari sekian film yang mampu menciptakan adegan intim sebagai satu hal yang sangat pokok.
Jempol patut diangkat untuk sang sutradara karena mampu memadukan dua genre di atas dengan luar biasa. Dari tiap adegan semua terasa begitu mendukung satu sama lain. Film ini cocok buat anda penggemar film-film balas dendam seperti Oldboy, Blind, serta penggemar film erotis Korea.

No comments:

Post a Comment