- Tuesday, June 9, 2015

Much Loved [2015]

Much Loved merupakan drama mengenai tiga pelacur di Marrakech, Maroko. Sutradara film ini, Nabil Ayouch, sudah lekat dengan kontroversi di beberapa film sebelumnya. Begitu pula dengan film yang ia arahkan kali ini, Much Loved. Beberapa situs Maroko ramai membicarakan film ini berkaitan dengan skandal di dalamnya. Setelah film ini ditayangkan di Cannes, pemerintah Maroko justru memutuskan untuk mencekal film ini. Seperti lazimnya film-film kontroversial lain, pencekalan di dalam negeri justru memacu reaksi yang lebih dahsyat di dunia internasional meskipun jalan cerita film ini bukan suatu hal baru mengenai prostitusi dan wanita di Maroko.

Tekanan yang begitu tinggi di Maroko mencapai klimaksnya ketika halaman Wikipedia Ayouch terpaksa ditutup menyusul adanya sematan berbahasa kasar. Lain halnya dengan yang dialami sang aktris, Loubna Abidar yang menerima ancaman pembunuhan. Seiring dengan ekspos media yang begitu kontra terhadap film ini, patut ditunggu respons publik mengenai film ini. Akankah diskusi mengenai film ini dibuka di publik Maroko atau justru diberanguskan? Apapun jawabannya yang pasti publik Maroko akan semakin penasaran dan timbal baliknya adalah angka unduhan film ini akan meningkat.

Film ini berkisah mengenai Noha (Abidar) seorang pelacur tingkat atas yang merupakan primadona disbanding rekannya yang lain seperti Soukaina (Halima Karaouane) dan Randa (Asmaa Lazrak). Dengan perlindungan sang sopir, Said (Abdellah Didane), mereka bertiga menghabiskan malam di villa sewaan orang kaya Arab Saudi yang sudah dipenuhi pelacur. Noha dengan gayanya melayani para juragan Arab tersebut. Di sisi lain ada Ahmed (Danny Boushebel), yang terpikat pada Soukaina, dan justru hanya membacakan puisi karena Ahmed tidak sekuat dulu.

Noha merupakan sosok lain di luar dunia kerjaanya. Ia mengenakan hijab dan pakaian yang pantas ketika menemui ibunya yang juga merawat anak Noha. Meskipun sangat menolak perbuatan Noha, tapi ibunya menerima semua uang pemberian Noha. Ironi masyarakat bermuka dua. Di satu sisi menerima keuntungan dari praktek seks tersebut namun di sisi lain menganggap para pelcur bagaikan sampah. Ironi semacam ini banyak muncul dalam film, seperti pada karakter Amine (Aine Ennaji) seorang polisi korup yang bersedia melindungi profesi Noha selama Amine masih kebagian ‘jatah’ dari Noha.

Film ini menyimpan banyak kekurangan. Terdapat beberapa sosok yang bisa dieksplorasi lebih jauh, seperti misalnya sosok Randa yang pergumulan hidupnya jauh lebih dinamis dibandingkan sosok Noha. Selain itu film ini terlalu banyak memajang adengan pesta. Sementara eksplorasi terbatas pada hal-hal itu-itu saja sehingga akan membawa kebosanan pada penonton.

No comments:

Post a Comment