Para penikmat film horror tentu akan mengira bahwa Insidious 2 telah memaparkan semua yang bisa ditutrkan mengenai jalan cerita dan horror itu sendiri sebagai sebuah aspek. Pendapat tersebut rupanya salah setelah rilis bagian ketiga dari Insidious. Insidious 3 memiliki latar waktu jauh sebelum rumah Lambert berhantu. Dikisahkan pada film ini, terdapat seorang wanita muda (Stefanie Scott) yang berusaha memperbaiki hubungannya dengan sang ibu yang telah mati, di lain sisi ayah dari wanita muda itu juga berusaha menguatkan hubungan keduanya yang ternoda. Film ini juga memperkenalkan kembali sosok Elise (Lin Shaye) dan usahanya menemukan kemampuan spiritual yang teah kita kenal lewat film Insidious sebelumnya. Kedua kisah tersebut saling berkaitan dengan satu benang merah tentang perjuangan seseorang yang telah ditinggal mati sang terkasih.
Dari sedikit bocoran di atas mungkin ada yang berharap bahwa flashback dalam film ini terjadi dalam jangka waktu yang lampau seperti halnya Annabel, sayangnya hal itu tidak terjadi. Kilas balik dalam film ini terjadi di awal abad ke-21, para remaja masih menggunakan HP model lawas dan media sosial belum ditemukan. Patrick Wilson tidak Nampak dalam film ini, akan tetapi sosok Dermot Mulroney terasa kehadirannya. Meskipun sosok Patrick tidak terlihat, akan tetapi aura senyap mengundang tanya muncul di setiap adegan. Kedatangan setan yang merupakan hasil dari panggilan sang anak yang ingin bertemu dengan ibunya pun menjadi salah satu jalan Patrick hadir dalam film ini.
Salah satu hal paling menonjol dari film Insidious 3 ini ialah kisah Elise yang memberikan perspektif baru bagi para penikmat film Insidious sebelumnya. Elise yang sebenarnya memegang peranan penting dalam kisah Insidious justru baru mulai muncul pada seri kedua film ini. Pada seri ketiga inilah sang sutradara melakukan eksplorasi lebih jauh ke dalam karakter Elise dan memunculkan jalan cerita baru yang nantinya dapat menjadi modal awal untuk seri Insidious selanjutnya.
Seri terdahulu dari film Insidious akan selalu dikenang berdasarkan hal-hal positif yang dimunculkan film ini ke dunia flm horror. Saking bagusnya film ini tidak sedikit film lain yang muncul dengan pakem yang hampir serupa dengan Insidious seprti Sinister maupun Poltergeist. Dilihat dari seri terdahulu, muncul indikasi bahwa produksi film Insidious semakin mendekati ujung (dari segi kreativitas). Meskipun pakem yang digunakan cukup berhasil akan tetapi tentu akan mengingatkan pada genre serupa yang mulai menjamur di Hollywood sana. Bukan tidak mungkin kebosanan akan melanda para penikmat film horror karena pakem yang terus berulang.
Dari segi pakem atau formula film, sepertinya perlu formula yang baru apabila nantinya seri keempat film ini akan diproduksi. Dari segi jalan cerita mungkin masih banyak yang bisa diekplor berkat kisah lain yang menyeruak pada Insidious 3 ini. Sang sutradara, Leigh Whannell, terkenal akan inovasi-inovasi yang mampu mengembangkan genre horror ke level yang lebih jauh lagi, tidak terkecuali pada film Insidious 3 ini. Untuk kalian yang telah mengikuti seri terdahulu dari Insidious, maka menonton Insidious 3 ini wajib hukumnya. Bagi mereka yang tidak mengikuti seri Insidious dari awal juga masih bisa menikmati film ini terutama karena pengembangan yang dilakukan oleh sang sutradara.

No comments:
Post a Comment