- Wednesday, May 27, 2015

Yakuza Apocalypse [2015]

Film besutan Takashi Miike terbaru ini sangat-sangatlah brutal. Butuh selera humor yang tinggi agar kita tidak cepat kehilangan kesabaran menonton film ini, film yang menyandang jdul yang sangat berani Yakuza Apocalypse. Miike terkenal dengan produktifitasnya dalam memproduksi film dan rata-rata per tahunnya ia mengeluarkan tiga film dari awal tahun 90an yang lalu. Saking sibuknya, bahkan ketika film ini debut di Cannes lalu, Miike tidak dapat menghadirinya karena ada film lain yang harus ia kerjakan. Akan tetapi atas ketidakhadirannya, Miike mengirimkan video epic yang diputar pada festival Cannes tersebut. Miike mengenakan kostum geisha, meminta maaf dan mengatakan bahwa ia telah berubah profesi tidak akan memproduksi film brutal lagi.

Video pesan tersebut bisa dibilang merupakan hal paling mengesankan malam itu. Ketika film mulai berjalan, sempat ada harapan akan sebuah film yang mengesankan pula. Miike mengawalinya dengan adegan perkelahian antara raja kriminal yang telah menjadi ciri khasnya. Kamiura, seorang bos gangster, memiliki anak buah bernama Kagayama yang telah bersamanya sejak kecil. Kamiura ternyata adalah seorang gangster dan juga seorang vampir yang akan berubah menggigit leher orang lain ketika orang tersebut berterimakasih padanya karena telah melindungi bisnis mereka dari para rival. Kamiura tentu saja tidak bisa melepaskan ketertarikannya untuk juga menggigit leher Kagayama, akan tetapi adegan langsung berganti menuju komedi aneh di awal film. Ruang bawah tanah penuh orang terborgol ke meja sembari menjahit dengan semangatnya. What??

Kemudian, plot pun berubah serampangan dan tampak sangat random. Sindrom kevampiran menyebar di lingkungan sekitar Kamiura, satu orang yang berubah menjadi vampir akan menggigit orang lain. Warga sipil secepat kilat berubah menjadi yakuza peminum darah (vampir). Yakuza lain yang belum berubah menjadi vampir pun khawatir bahwa apabila semua menjadi vampir nantinya tidak ada yang akan mengambil duit keamanan. Selain adegan absurd macam tadi, ada pula jalinan cinta dalam film ini. kagayama jatuh cinta pada seorang wanita yang nantinya ikut terkena sindrom vampir cukup parah. Kagayama yang terlanjur perhatian pada wanita itu pun mengunjunginya terus. Di sisi lain, mantan kapten kelompok yakuza Kagayama, ibu-ibu tua glamor, tersiksa oleh suara-suara ribut di kepalanya. Sesosok arwah berbau busuk muncul di ruang bawah tanah tempat menjahit tadi dengan beberapa anak buah – ada yang berkostum pendeta abad 16 dan yang lain seperti jagoan bela diri – untuk menyerang Kagayama. Kejadian ini tidak terjadi sekali saja namun berkali-kali.

Buat para fans dari karya seorang Miike tentu inilah genre film yang kerap dibuat oleh Miike dan pra fans tidak akan terlalu kaget. Akan tetapi untuk orang awam yang baru pertama melihat karya Miike, sayangnya tidak akan seantusias para fans. Tawa hanya setengah-setengah itu pun muncul ketika tampilnya teroris paling tangguh berkostum kodok yang selalu berpose sebelum menghajar semua yang menghalanginya. Tentu sekacau-kacaunya film ini akan ada yang menyukainya akan tetapi mayoritas penonton akan kesulitan mengikuti selera Miike. Selera yang harus sangat spesifik.

No comments:

Post a Comment