- Saturday, May 30, 2015

San Andreas [2015]

Entah kenapa menonton San Andreas bagaikan sebuah ironi. Film ini menyajikan suatu bencana, San Francisco kolaps karena sesar San Andreas, dengan begitu fantastis. Saking fantastisnya maka penonton pun seakan lupa bahwa yang mereka tonton adalah potret suatu tragedy kemanusiaan dan justru membawa aura bahagia dalam mengenang gempa tahun 1974 yang lalu. Apabila kita terbawa ke masa kejayaan film bencana pada medio 70-an, jajaran artis kelas atas akan menawarkan kesan yang hebat dan menimbulkan antusiasme tinggi. Pada zaman sekarang, itu semua (jajaran artis kelas atas) merupakan sesuatu yang tidak begitu diperlukan, cukup satu actor kelas wahid dan sisanya keajaiban CGI yang akan membawa penonton terhenyak. Bintang kelas atas di film ini tidak lain adalah Dwayne ‘The Rock’ Johnson yang berperan sebagai Ray, pilot helikopter SAR yang berusaha menyelamatkan anaknya yang seksi ketika anaknya terjebak dalam kekacauan akibat gempa mahadahsyat itu. Ray tidak sendirian ketika berusaha menyelamatan anaknya, ia dibantu mantan istrinya, Emma, yang tiba-tiba sadar bahwa suami barunya tidak lebih dari seorang pria tajir yang brengsek, Daniel. Daniel justru lebih memanjakan jet pribadinya yang terlihat jauh tidak keren apabila dibandingkan helikopter Ray. Meskipun tidak ada sosok politisi maupun aparat pengabai ancaman bencana seperti lazimnya film bencana lain, tapi di film ini juga dimunculkan sosok ilmuwan peneliti gempa yang memiliki peran penting dalam bencana ini. Meskipun film ini terbangun dari sebuah dasar pemikiran bahwa ini semua bisa terjadi dalam dunia nyata, namun saking dramatis dan menyenangkannya pembawaan film ini justru membuat penontonnya seakan lupa bahwa ini semua bisa menjadi nyata.

No comments:

Post a Comment