- Saturday, May 30, 2015

Countdown [2011]

Countdown adalah film yang tidak terjebak pada satu tema. Pada awalnya, kita akan merasakan sedikit aroma mafia dalam film ini, akan tetapi bukan begitu kenyataannya. Film ini justru bercerita tentang seseorang yang bekerja sebagai debt collector, Tae Gun-ho namanya . Tae memilih pekerjaan ini bukan karena keinginan hati namun karena hutang yang harus ia bayarkan. Cara Tae mencari targetnya dan menagih hutang sangat presisi sehingga label penagih hutang terbaik disematkan kepadanya. Saking hebatnya kinerja Tae, ia dipasrahkan tugas mengejar pengutang kelas kakap seperti gangster dsb.

Di kemudian hari, sesaat setelah Tae telah berhasil melunasi hutangnya ia menyadari ada yang tidak beres dengan kesehatannya. Ia mencoba memeriksakan ke rumah sakit dan didapati sebuah kanker hati tela ia idap. Sisa masa hidupnya tinggal tiga bulan lagi jika ia tidak bisa mendapatkan donor hati. Dengan fakta tersebut, kemudian penonton dibawa kepada fakta lain bahwa ternyata Tae telah kehilangan anak sematawayangnya dan organ anaknya telah didonorkan kepada empat orang. Tae pun mencoba menagih balik jasa mendiang anaknya agar salah satu dari keempat orang tersebut mau menjadi donor hatinya. Di tengah pencarian donor tersebut, Tae harus merasakan efek samping dari penyakit yang ia derita yaitu pingsan secara tba-tiba maupun hilang kesadaran.

Pada akhirnya ia menemukan harapan terakhirnya, ialah Cha Ha-yeon seorang penipu kelas kakap yang mengandalkan kecantikannya untuk menipu para lelaki tajir hidung belang. Tae mendapati bahwa Cha sedang mendekam di penjara dan tidak lama lagi akan dibebaskan. Tae bersedia menukarkan sejumlah uang agar ia bisa mendapatkan hati Cha yang tidak lain adalah hati dari anak Tae sendiri. Gangster-gangster kakap yang pernah ditipu Cha pun ikut mengejar Cha setelah Cha dibebaskan sehingga pencarian Tae pun tak semudah yang ia kira.

Dengan sedikit cuplikan ini saja kita akan membayangkan sebuah film penuh konflik yang penuh drama sekaligus action, dengan bumbu kriminalitas yang pelik. Belum lagi di akhir cerita akan ada bumbu emosional yang menjadi rasa lain dalam film ini. Maka bisa dibilang bahwa film ini adalah film yang bagus dan kaya akan rasa sehingga layak untuk menjadi tontonan kita semua.

No comments:

Post a Comment